Mengetahui Tanda-Tanda Ban Mobil Harus Diganti

Ban kendaraan merupakan salah satu komponen Paling penting dalam kendaraan. Fungsi ban mobil sangat berpengaruh terhadap pengendalian mobil. Namun, masih saja ada yang mengabaikan perawatan ban, termasuk kapan waktu yang tepat untuk menggantinya.

Padahal mengganti ban yang sudah tidak layak pakai sangat penting mengingat ban selalu bergesekan dengan jalanan yang bermacam-macam. Jika kondisi ban sudah rusak dan tidak segera diganti, ini akan berakibat fatal dan membahayakan baik bagi kendaran maupun pengendara itu sendiri.

Meski memang tidak ada parameter waktu mengenai kapan harus mengganti ban, yang pasti ban harus diganti jika sudah waktunya. Ini bisa dilihat dari seberapa sering digunakan, jarak tempuh, kilometer, dan juga kondisi jalan yang dilewati.

“Waktu bukan menjadi patokan untuk mengganti ban, karena parameternya berbeda-beda. Untuk pengendara yang jarang menggunakan kendaraanya bisa 5-6 tahun harus ganti, sedangkan untuk yang sering bisa seminggu sekali pemakaian, sekitar 2 tahun sudah harus diganti. “Ujar Bambang Hermanuhadi, selaku Manager Training PT Sumi Rubber Indonesia (SRI).

Baca juga: 5 Kebiasaan yang Membuat Kampas Kopling Cepat Habis

Kapan mengganti ban juga bisa dilihat dari jarak tempuh mobil itu sendiri. Usia ban juga harus diperhatikan. Jika kondisi ban tetap bagus seperti baru namun pemakaian sudah berlangsung selama 6 tahun lebih maka sudah harus diganti. Kondisi jalanan yang dilewati pun akan mempengaruhi fleksibelitas suatu ban.

Indikator pada Ban

Ban juga memiliki indikator dari pabrik. Pada ban terapat TWI (Tread Wear Indicator) yang menjadi indikator keausan sebuah ban. TWI ini simbol berbentuk segitiga, dan terletak pada bagian dasar dinding ban. Jadi jika permukaan ban posisinya sudah sejajar dengan indikator TWI tersebut, maka itu tanda sebuah ban sudah harus diganti.

Tanda lain dari ban yang sudah harus segera diganti yaitu jika terdapat benjolan pada ban yang muncul ke permukaan. Ini akibat dari melewati jalanan berlubang dengan kecepatan tinggi.

Benjolan terjadi karena kawat pada ban putus. Jika dibiarkan dan tidak segera diganti dapat berisiko pecah dan tentu akan membahayakan bagi pengendara. Untuk safety ini sudah tidak aman lagi digunakan.

” Kalau terdapat tonjolan pada karet, seperti muncul ke permukaan. Ini dikarenakan sering mengalami gesekan. Jadi sudah harus diganti,” tambah Bambang.

Kemampuan Buang Air

Wajibnya ganti ban ini juga menyangkut dengan kemampuan ban dalam membuang air. Jika dimusim panas yang tidak terdapat hujan itu masih aman, walaupun TWI nya kena. Kalau saluran buang nya makin dalam maka daya buangnya makin besar, begitu pun sebaliknya.

”Kalau kemampuan ban tidak bisa membuang 4 liter per detik pada kecepatan 80 km/jam, di atas permukaan jalan yang tergenang 1cm saja air, maka ban nya akan mengambang diatas air, dan berakibat tidak bisa direm,” pungkas Bambang Hermanuhadi.

Tinggalkan Balasan